Mentan Libatkan Pelaku Usaha Penggilingan Capai Target Ekspor Beras

Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian menargetkan untuk melakukan ekspor beras pada tahun ini sebesar 500.000 ton. Untuk mencapai target tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginisiasi adanya program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang melibatkan pelaku usaha penggilingan padi.

Hal ini diungkapkan Syahrul, saat pencanangan Program Kostraling di Depok, Jawa Barat, Senin, ia mengatakan pihaknya memerlukan keterlibatan kementerian/lembaga pemerintah lain, maupun swasta dari hulu hingga hilir, termasuk dengan para pengusaha penggilingan padi dan pengusaha beras nasional.

“Saya berharap seluruh pelaku usaha penggilingan padi dapat bergabung dengan Kostraling. Saya memberikan kesempatan pada yang memang siap dan punya integritas untuk membantu dan berfungsi menjadi muara akhir dari ekosistem pertanian,” kata Syahrul seperti dilansir dari antaranews.com

Melalui Kostraling, ia mengajak para pelaku usaha penggilingan padi dapat bekerja sama dengan kelompok tani (poktan), khususnya yang pernah menerima alat Rice Milling Unit (RMU)/dryer agar saling bantu guna dapat menjaga kualitas produknya, termasuk dalam hal pemasarannya.

Baca Juga:  BJ Habibie Tutup Usia di RSPAD

Syahrul menjelaskan salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kualitas beras adalah kadar air, derajat sosoh (warna keputihan beras), banyaknya beras pecah dan rasa.

Kualitas beras tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh penanganan pascapanen termasuk yang dilakukan dengan alat penggiling atau RMU maupun dengan alat pengering yang biasanya dikelola oleh pengusaha penggilingan bekerja sama dengan petani/poktan/gapoktan.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan bahwa Kostraling sebagai penanggung jawab dan penyangga di bidang pangan seiring dengan rencana Mentan yang akan mengekspor beras ke berbagai negara.

Tiga agenda utama yang akan dijalankan Kostraling antara lain, agenda “Quick Wins” yaitu agenda untuk penyerapan padi dan gabah pada bulan Maret.

Baca Juga:  MUI Haramkan Netflix? Begini Penjelasan Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat

Kemudian, Kostraling menyiapkan penguatan sistem dan terakhir, yaitu mempersiapkan semua wilayah memiliki alat penggiling atau RMU.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menambahkan industri penggilingan harus siap dan sanggup menyerap gabah petani serta memperbanyak lagi gudang-gudang di penggilingan padi.

“Kementan memiliki program Quick wins, di mana penggilingan bermitra dengan petani dan konsumen. Pasokan berkelanjutan menjadi hal yang paling utama,” kata Suwandi.

Suwandi menyebutkan ada kerja sama dengan penggilingan padi untuk ekspor beras 300.000 ton tahun 2020 ini. Para pihak akan menindaklanjuti dengan membangun nota kesepahaman.

“Pangsa ekspor yang yang potensial di Timur Tengah, Papua Nugini,” kata Suwandi.

Baca Juga:  BJ Habibie Tutup Usia, Wagub Sulsel: Kita Kehilangan Sosok Panutan Bersama

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.