INIPASTI.COM,MAKASSAR- Masih ingat dengan lelaki Hasan (65 thn) asal Desa Bontosunggu? Sudah dua hari lamanya ia menderita sakit pada bagian perut dan hanya tidur terkulai di lantai dasar Masjid Raya Makassar.
Jumat malam,(11/11), Hasan menghembuskan nafas terakhir di RS Labuang Baji Makassar dan hingga akhir hayatnya, pihak relawan dan rumah sakit belum menemukan keluarganya.

Atas dukungan para relawan S3 (Sedekah Seribu Sehari), Tagana Kompi UIN Alauddin Makassar dan para pemerhati masalah sosial mengantar jenazah Hasan setelah divisum di RS Bhayangkara Makassar.
Kepergian Hasan tanpa sanak keluarga hanya disaksikan para relawan dan anggota polisi. Visum dilakukan untuk menjaga manakala di kemudian hari ada keluarga yang mencari almarhum Hasan.
Hasan diantar ke Pemakaman Umum Dadi Makassar dan semua keperluannya diurus relawan S3 serta Dinas Sosial Kota Makassar.
Menurut pihak rumah sakit, indikasi Hasan meninggal dunia karena penyakit pada perutnya. Hasan termasuk dalam kategori kurang gizi, hingga akhir hayatnya tak satupun keluarganya yang mendampingi.
“Almarhum sengaja dirujuk ke RS Bhayangkara karena yang bersangkutan tidak memiliki kartu tanda penduduk maupun kartu keluarga,” jelas Muhammad Aqsha, relawan S3. Ia atas nama para relawan mengucapkan terima kasih kepada segenap rekan-rekannya dan para partisipan yang telah memberikan bantuan sejak dari Mesjid Raya Makassar hingga ke RS Labuang Baji lalu ke Bhayangkara dan mengantarkan ke tempat pemakamam umum Dadi di Makassar.(*)
Baca juga :Hasan Terkulai di Masjid Raya, Anggota Tagana Ulurkan Bantuan
//










