Naik Haji di Usia Muda, JCH Timika Ini Sedih

JCH Timika, Nur Hayat Hidayanti saat pelepasan JCH Kloter 18 Embarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Jum'at, (19/7/2019). (Foto : Istimewa)

INIPASTI.COM, SUDIANG – Bersujud di hadapan baitullah sudah menjadi impian bagi setiap umat Islam. Bahkan tak sedikit yang menjadikan rukun Islam yang kelima ini menjadi sebuah tujuan hidup.

Namun tidak semua umat muslim bisa bersimpuh di depan Ka’bah. Apatah lagi di Provinsi Sulawesi Selatan, yang daftar tunggu hajinya mencapai 30-40 tahun.

Olehnya, merupakan kesyukuran besar jika diberikan kesempatan untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Apalagi kesempatan itu diberikan di usia muda, seperti yang dirasakan oleh Nur Hayat Hidayanti (24).

Yhaya -sapaan akrabnya- mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada ayahnya, Sinar Heri. Karena berkatnya lah, alumnus Kebidanan Poltekkes Makassar ini bisa berangkat di usia muda.

Wanita kelahiran 13 Januari 1995 ini sebenarnya berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulsel. Akan tetapi, sang ayah bekerja di PT Freeport Indonesia maka Yhaya didaftarkan di Timika pada tahun 2012. Langkah itu diambil karena daftar tunggu haji di Sulsel memakan waktu belasan tahun kala itu.

Baca Juga:  Satu JCH Wafat di Atas Pesawat, Begini Kronologi dan Identitasnya

“Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa naik haji di usia saya yang terbilang masih muda. Karena banyak yang sudah lansia masih harus menunggu beberapa tahun. Saya dulu didaftarkan oleh orang tua di Timika waktu masih kelas 2 SMA, karena bapak kerja di Freeport,” ungkapnya.

Hanya saja di balik kebahagiaannya itu, alumnus SMK Baramuli ini juga menyimpan kesedihan. Dia sedih harus meninggalkan putrinya yang masih berusia 1 tahun lebih.

Selama 2 hari di Asrama Haji Sudiang, dia tampak tak pernah berhenti melepaskan rindu dengan video call (panggilan video) untuk melihat wajah mungil sang anak yang lahir dari rahimnya pada 21 Desember 2017 lalu. Sejak dipersunting oleh Ilham Ahma pada 22 Februari 2017, Yhaya dikaruniai anak yang diberinya nama Airah Mysha Ilya.

“Saya tinggakan anakku sekarang tinggal sama ayahnya dan neneknya di Pinrang. Saya sangat sedih karena baru pertama kali saya pisah dengan anakku,” ceritanya.

Baca Juga:  3 JCH Tunda Berangkat di Kloter 10, 4535 JCH Terbang ke Madinah

Bidan di Puskesmas Sulili ini merasa sangat sedih karena untuk pertama kalinya berpisah dengan putrinya itu. Apalagi dalam waktu yang lama. Yhaya harus terpisah dari sang anak selama lebih dari 40 hari guna menjalankan ibadah haji di tanah suci.

Meski demikian, Yhaya mengaku akan tetap fokus beribadah. Putri sulung dari pasangan Sinar Heri dan Hj Baharia ini hanya bisa berdoa agar ibadah hajinya dilancarkan agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga. “Semoga dilancarkan ibadah hajiku bersama bapak saya dan bisa jadi haji yang mabrur,” harapnya.

Yhaya berangkat menuju Baitullah bersama sang ayah. Mereka tergabung dalam Kloter 18 Embarkasi Makassar yang bertolak ke Jeddah pada Jum’at, 19 Juli 2019.

Setelah puncak ibadah haji, keduanya bersama rombongan akan menuju Kota Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain di Masjid Nabawi. Setelah 8-9 hari, dari Madinah mereka akan bertolak ke tanah air untuk kembali berkumpul bersama keluarga utamanya sang anak yang sangat ia rindukan. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.