Nikah Muda dan Talkshow Kepenulisan

foto: Narsumber Talkshow Kepenulisan dan Launching Buku 'Karunia & Cinta'

INIPASTI.COM, Makassar – Pembicaraan nikah muda pada malam Minggu (27/3/2021), di kegiatan Talkshow Kepenulisan dan Launching Buku ‘Karunia & Cinta’ yang diselenggarakan oleh Penerbit MIB Indonesia sangat menarik sehingga banyak peserta yang ingin bertanya kepada penulisnya, Eka Ekfatihah.

“Di Bone, kota terpencil menurut saya, yang hampir semuanya nikah muda, saya ingin menunjukkan bahwa Orang Bone juga bisa dan dapat meraih cita-citanya seperti anak kota pada umumnya,” ucap pemilik akun instagram @ekaekfatihah, Penulis Karunia & Cinta.

Inline Ad

Walau Warkop DG. Sija sudah waktunya tutup karena jam menunjukkan pukul 22.00 WITA kegiatan ini terus berlangsung karena selain suasana warkop yang sangat mendukung, juga pembahasan yang sangat menarik ditambah antusias peserta offline sekitar 20an maupun peserta online di live instagram @mib_bookcorner terus melempar pertanyaan.

Ratu Balqis, Pegiat Literasi Makassar yang diundang sebagai moderator kali ini.

Baca Juga:  Hybrid Learning Program MTP UPH Tawarkan Fleksibilitas Kuliah Lanjut untuk Pemimpin dan Pendidik Era Revolusi 4.0 dan Masyarakat 5.0 

Ratu sangat lincah membuat pertanyaan dan mengelola pernyataan dengan baik sehingga menambah keseruan kegiatan ini.

Giliran Talkshow Kepenulisan Novel yang dibawakan oleh Tetta Sally, Penulis Novel ‘Perempuan Dilarang Bahagia’.

“Tips menulis novel yakni perbanyaklah patah hati. Tulisan yang paling indah adalah tulisan yang lahir dari patah hati. Patah hati dalam hal ini bukan hanya kepada seseorang yang kita cintai, bisa juga patah hati kepada teman, pemerintah, lingkungan, keluarga, bahkan kepada diri sendiri.” Kata Tetta.

Ainun Mubin Misbah, salah satu anggota Pecandu Aksara yang menjadi Finalis Duta Baca Sulawesi Selatan bertanya, mengapa Tetta Sally memilih berpindah dari penulis nonfiksi ke fiksi.

foto: Narasumber & Peserta Talkshow

“Dulu saya penulis nonfiksi saat kuliah, lalu saat bergabung di FLP dan Pecandu Aksara saya memilih hijrah ke penulisan fiksi. Alasannya cukup sederhana, karena dengan menulis fiksi (novel atau cerpen) saya merasa menjadi Tuhan.” Ungkap Tetta.

Baca Juga:  Panti Asuhan Ummu Aiman Aisyah Mamajang Makassar Mulai Hadir Sejak 1983

Ratu Balqis selanjutnya berfokus pada Aurora Rahmah sebagai Pimpinan Redaksi MIB Indonesia.

“Kenapa hingga saat ini masih mau bergelut di dunia penerbitan & editor apalagi masa pandemi? Di mana diketahui secara umum penghasilan yang didapatkan sangat minim.” Tanya Fachri Djaman, Founder MIB & GengTV yang dilayangkan untuk Aurora.

Ada tiga alasan mengapa Aurora tetap bertahan di dunia penerbitan.

“Ada tiga alasan, 1 karena cinta, 2 IQRA, dalam Alquran kita dianjurkan membaca, ‘bagaimana orang membaca kalau tidak ada fasilitator pembuat buku?’ 3 karena hobi yang dibayar, saya suka membaca, dan saat saya mengedit, jelas saya membaca, membaca yang dibayar, tidak lepas pula, pekerjaan saya bukan cuman satu, ada beberapa usaha, kerja juga dengan skill yang lain, untuk menyeimbangi omset di Penerbitan dan kebutuhan hidup.”
Jawab Rahmah, sebagai editor sekaligus Pimpinan Redaksi Penerbit MIB Indonesia.

Baca Juga:  UPH CITI Bahas Dampak dan Tantangan Covid-19 Dari Perspektif Hukum Internasional

Citizen jurnalis: Suci Muslimah Namri (Anggota Pecandu Aksara)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.