Nuryanti Hamid: Strategi Mengajar Pakai Sentuhan Hati Nurani

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR. Impian masa-masa kecil di Bulukumba ingin jadi seorang dokter, tetapi perjalanan waktu berbicara lain, malah Ketua Prodi S1 Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh Makassar ini, Dr. Nuryanti Hamid, S.IP, M.Si menjadi dosen dengan gelar akademik selaku doktor ilmu administrasi publik dari PPs-UNM.

Alumni SMAN 1 Bulukumba 1998, meniti karier selaku dosen ketika Prodi S1 Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar mulai dibuka dan bersama beberapa dosen lainnya menjadi perintis pembukaan prodi baru ini tahun 2005.

Kepada media Sabtu sore (7/12/2019) di kampus Unismuh Makassar, Nuryanti Hamid menegaskan selama kurang lebih 14 tahun berkarier selaku dosen suka dan duka telah dijalani dalam mendidik dan mencerdasakan anak-anak bangsa.

Mahasiswa yang beragam latar belakang asal daerah, budaya, perilaku dan kebiasaan lain sehingga membutuhkan strategi tersendiri dalam menghadapi para mahasiswa tersebut.

Baca Juga:  Stikes Marendeng Majene Gelar Seminar dan  Workshop

Menjalani proses pembelajaran menghadapi mahasiswa yang plural itu, maka strategi yang ditempuh adalah melakukan sentuhan nurani atau berkomunikasi secara empati dengan mengenal keluarga mahasiswa, teman-temannya serta lingkungan berinteraksi lainnya, tandas Nuryanti.

Era milenial menuntut proses pembelajaran harus menyesuaikan diri dengan tantangan dan tuntutan era kekinian yang serba digital dan interkoneksi pada internet dan online.

Walau materi pembelajaran semunya dengan mudah dan cepat dapat diakses di internet, tetapi pendidikan akhlak, budi pekerti dan karakter yang sulit di dapatkan lewat online, kata Sarjana Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas ini.

Maka pada celah itu dituntut kehadiran sosok dosen untuk memberikan sentuhan, akhalkul karimah, budi pekerti, disiplin, kejujuran, integritas, karakter dan sejenisnya.

Baca Juga:  Merangsang Siswa Pesisir Berpacu Prestasi

Pola pengajaran kepada mahasiswa dengan menyentuh secara emosional akan menghadirkan suasana komunikatif sehingga proses transper pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa akan berjalan secara baik dan akan mencapai sasaran secara tepat, ungkap Magister Ilmu Pemerintahan PPs-Unhas ini.

Peserta Sandwich di Universitas Ohio USA 2009 ini, sebelum mengajar di kelas mempersiapkan terlebih dahulu materi pembelajaran dengan membaca buku teks, jurnal ilmiah dalam dan luar negeri terkait materi yang akan diajarkan, serta berselancar di dunia maya mencari sebanyak mungkin materi yang akan didiskusikan dan diajarkan kepada para mahasiswa. (yahya)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.