INIPASTI.COM, MAKASSAR.COM – Masih tersisa dua minggu lagi, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo akan mengakhiri masa jabatannya pada 9 April mendatang. Sesuai aturan akan ditunjuk Pelaksana tugas Gubernur dari Kementerian Dalam Negeri.
Beberapa nama digadang-gadang akan mengantikan menjadi penjabat di Provinsi Sulsel ini, sebut saja Dirjen Otonomi Daerah Soni Sumarsono, kemudian ada juga mantan Plt Gubernur Sumatera Barat Raydonizar monev yang sekarang menjabat sebagai
menjabat sebagai Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sejak 6 Maret 2017.
Namun, nama Soni Sumarsono juga disebut-sebut akan menjadi Plt Gubernur Sumatera Selatan, hal ini merujuk dimana sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah mengusulkan Dua Jenderal untuk menjabat di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Sampai saat, sudah ada empat Plt yang dilantik oleh Tjahjo Kumolo, yaitu Plt Gubernur Papua Sudarmo, Plt Gubernur Sulawesi Tenggara Saleh Lasata, Plt Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji, dan Gubernur Lampung Didik Suprayitno.
Lalu, siapakah yang akan menjabat di Sulawesi Selatan mengingat dalam tahapan Pilkada ini, pelaksanaan Pilkada serentak di Sulsel ada 12 Daerah dan 1 Pilgub.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan selalu saja menjadi branch marking dalam berbagai hal, menjadi barometer baik dari aspek pemerintahan, politik,dan sosial.
“Dirjen atau siapapun disini tentu telah memiliki kapasitas senioritas yang tinggi dan teruji dan tidak asal-asalan, pak Menteri Dalam Negeri (Tjahjo Kumolo, red) dan Pak Presiden tentu tidak akan sembarangan menunjuk,” kata Syahrul.
Syahrul meyakini, Sulsel akan menjadi perhatian dan menempatkan daerah ini tetap terjaga dengan baik, siapapun nanti yang akan menjabat sebagai Plt Gubernur.
Sementara itu, Pengamat Pemerintahan yang juga Guru Besar Ilmu Administrasi Fisip (Fakultas Imu Sosial Ilmu Politik) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Deddy T Tikson, mengatakan penunjukan Pelaksana tugas ada kewenangan dari Pemerintah pusat, tentu karena ini merupakan tahun politik alangkah baiknya yang ditunjuk dari luar, dalam artian masalah netralitas.
“Kita percayakan, tentu Pak Menteri akan menunjuk yang terbaik. Memang untuk menjaga ini alangkah baiknya mereka yang ditunjuk Plt itu berasal dari luar sehingga bisa menjaga netralitasnya,”ujar Prof Dedy.
Mengenai nama Soni Sumarsono yang disebut-sebut calon Plt Gubernur Sulsel. Prof Dedy melihat sosok Dirjen Otonomi Daerah ini memiliki pengalaman dalam pemerintahan yang baik, apalagi pernah menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.
(Iin Nurfahraeni)










