PT Garuda Indonesia Diminta Buka Rute Makassar-Osaka

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang saat membuka Garuda Indonesia Travel Fair 2016, di Trans Studio Mall, Jumat (7/10). Agus Harap PT Garuda Indonesia membuka rute baru. (Foto : Iin
INIPASTI.COM, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang berharap Maskapai penerbangan Garuda bisa membuka rute baru Makassar-Osaka begitu juga sebaliknya. Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu lagi transit di Bali.
“Kalau Bali -Osaka bisa ditempuh selama 6 jam, kenapa tidak dengan rute  Makassar -Osaka. Inikan sama saja,” kata Agus, usai membuka Garuda Travel Fair, di Trans Studi Mall Jumat (7/10).
Menurutnya, beberapa keuntungan bisa didapat dengan dibukanya rute baru ini salah satunya dari tingkat kunjungan wisatawan. Mereka yang dari Osaka bisa singgah di sini untuk sekadar mencicipi kuliner, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali.
“Kami harap  rute ini bisa dibuka, semua tergantung dari pihak Garuda,”ucapnya.
Selain rute baru, Agus juga meminta pada pihak maskapai untuk melakukan pergantian pesawat dari Boeing 747 ke Boeing 777 atau airbush milik garuda. Namun sepenuhnya ini diserahkan pada pihak maskapai penerbangan karena mereka memiliki standar.
“Saya sayang dengan rakyatku, makanya peningkatan pelayanan ini sangat dibutuhkan, Garuda punya standar internasional, mereka punya penilaian terhadap ini. Saya serahkan sepenuhnya pada mereka,” terang Agus lebih jauh.
Sementara itu, Vice Presiden PT Garuda (Persero) Region Sulawesi, Kalimantan, dan Papua Dian Ediono mengungkapkan, keinginan dari Pak Wagub bisa saja terealisasi. Tetapi sangat bergantung dari sarananya, kemudian nilai komersialnya. Yang terpenting, menurut Dian adalah kebijakan dari Angkasa Pura.
Penerbangan Makassar – Osaka menurut Dian adalah rencana yang bagus. Tetapi perlu dilihat beberapa aspek, misalnya apakah Makassar bisa memberikan daya tarik terhadap destinasi wisata di sekitarnya. “Kalau memang memenuhi standar penerbangan yang ditetapkan, kenapa tidak,” terang Dian.
Mengenai permintaan mengganti pesawat Boeing 747 ke Boeing 777, Dian menyatakan akan melakukan koordinasi lebih dulu. Jika memang layak akan diajukan ke Jakarta.
“Kami akan koordinasi dengan Angkasa Pura dulu. Apakah sudah siap landasannya untuk didaratkan pesawat besar? Karena banyak hal yang harus diperhitungkan termasuk standar penerbangan maksimum, komersialisasi dan sebagainya,” kata Dian.(*)

//

(Visited 1 times, 1 visits today)
Baca Juga:  Rampung 2020, Bendungan Karralloe Dapat Alokasi Anggaran Rp 400 m
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.