PT MNC Target Pasarkan Rp 250 M Sukuk Ritel

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo saat menerima Perwakilan PT MNC Sekuritas (foto/istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Perwakilan PT MNC Sekuritas melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul.Yasin Limpo terkait kehadiran perusahaan ini di Makassar, khususnya di Sulsel, serta produk investasi perbankan (investment banking).

Saat ini ekspansi MNC Sekuritas ke seluruh wilayah Indonesia terus gencar dilakukan. Di Sulsel, perusahaan di bawah naungan MNC Group ini telah meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyambut baik kehadiran perusahaan sekuritas ini di Sulsel. Ia berharap, bisa bersaing dengan perusahaan sekuritas dunia lainnya yang ada di Indonesia.

“Perusahaan inikan bersaing dengan lembaga sekuritas lainnya yang ada di Indonesia. Perusahaan ini kuat dan terpercaya. Mau masuk di Sulsel saya meresponnya,” kata Syahrul, Selasa (6/3/2018)

Baca Juga:  Sambut Ultah Ke-18 Mari, Matahari Tawarkan Promo Menarik

Sementara, Presiden Direktur PT MNC Sekuritas, Susi Meilina, menjelaskan, Sulsel adalah provinsi yang luar biasa, untuk sektor keuangan dan investasi.

“Provinsi luar biasa tapi belum maksimal. Kami hadir, tadi mendapat arahan dari Gubernur ke arah mana lebih berkonsentrasi di Sulsel,” ujarnya

Susi menambahkan, PT MNC Sekuritas juga menjadi agent untuk penjualan Sukuk Ritel (Sukri). Sukri adalah Surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur oleh Negara, yaitu Departemen Keuangan (Depkeu). 

“Kami juga menjual Sukri dan menargetkan di Indonesia sebesar Rp 250 miliar. Mulai dengan kelipatan Rp 5 juta, ini juga akan membantu pemerintah membiaya pembangunan infrastruktur,” jelas Susi.

Baca Juga:  Bertemu Presiden Jokowi, Syahrul Ingin Bahas Masalah Kapal

Ia menjelaskan, produk ini banyak diminati oleh masyarakat walaupun dengan bunga 5,9 persen. Pemerintah menawaran sukuk ritel mulai 21 Februari hingga 16 Maret 2018.

Pemerintah menargetkan pembiayaan infrastruktur Rp 30 triliun. Investasi ini dikeluarkan dalam empat instrumen yaitu Obligasi Negara Ritel (ORI), SBR, Sukuk Negara Ritel, dan Sukuk Negara Tabungan.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.