Respons Prabowo, Jusuf Kalla Akui Ada Kebocoran Anggaran Pemerintah

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi tudingan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang adanya kebocoran anggaran pemerintah sebesar 25 persen atau sekitar Rp 500 triliun.

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com

JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi tudingan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang adanya kebocoran anggaran pemerintah sebesar 25 persen atau sekitar Rp 500 triliun. Menurutnya, kebocoran anggaran memang terjadi, tapi tidak sebanyak yang dituduhkan Prabowo.

JK mengatakan kebocoran anggaran terjadi lantaran banyaknya aparat dan pejabat pemerintah yang tertangkap akibat kasus korupsi. “Iya tentu, kalau tidak bocor kenapa banyak aparat pemerintah yang tertangkap, pasti bocor. Tapi kesimpulannya tidak berlebihan seperti itu (25 persen),” kata JK saat mengunjungi Markas Palang Merah Indonesia di Jakarta, Jumat (8/2).

Baca Juga:  Wapres JK Terima Gelar Doktor Kehormatan Ke-12

Dia menilai, korupsi memang menjadi salah satu penyebab bocornya anggaran. Namun hal tersebut tak dapat digeneralisasi. “Jangan disamaratakan, ada yang bersih, ada yang tidak. Tidak benar itu diratakan 25 persen. Anda tidak bisa korupsi, katakanlah gaji pegawai, itu kan tidak bisa dikorupsi. Yang dikorupsi itu hanya anggaran pembangunan.

JK mengaku tak dapat memperkirakan berapa persentase anggaran pemerintah yang bocor. Namun bila melihat sejumlah kasus, dia memprediksi sekitar 7-15 persen.

Sebelumnya Prabowo menyebut terdapat 25 persen anggaran pemerintah yang bocor. Salah satu penyebabnya adalah adanya penggelembungan harga oleh segelintir orang. “Dari Rp 2.000 triliun (anggaran pemerintah), hampir Rp 500 triliun yang bocor. Uang ini hilang,” kata Prabowo.

Baca Juga:  JK : Agama Mengajarkan Kedamaian, Bukan Sumber Konflik!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merespons tudingan Prabowo. Dia menantang Prabowo untuk membuktikan ucapannya dan melaporkannya ke KPK.

“Duitnya gede banget Rp 500 triliun. Laporin ke KPK dengan bawa bukti-bukti dan fakta-fakta. Jangan asal,” ujar Jokowi seusai menghadiri acara perayaan Imlek Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2). (MDS01)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.