Romy Sebut Prabowo-Sandi Adopsi Strategi Propaganda Donald Trump

Ketua umum PPP, Romahurmuziy bersama Waketum PPP Amir Uskara di salah satu warkop di Jalan Topaz Raya, Makassar, Kamis 8 November 2018.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus melakukan strategi propaganda yang dilakukan oleh Donald Trump saat maju di Pilpres Amerika Serikat.

Ini terbukti dengan sejumlah fakta yang terjadi yang dipaparkan oleh Romy sapaan akrab Romahurmuziy saat ditemui di salah satu warkop di Jalan Topaz Raya, Makassar, Kamis 8 November 2018.

Romy menyebut, ada dua strategi utama diterapkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) kali ini. Pertama dengan isu-isu yang menakut masyarakat.

“Misalnya, Indonesia akan bubar 2030, itukan menakut-nakuti masyarakat,” kata Romy.

Baca Juga:  Dituding Bajak Kader, Politisi PSI Ingatkan Kubu Prabowo-Sandi Soal Pilpres 2014

Strategi kedua, lanjut Romy, yakni strategi propaganda dengan menyebar kebohongan ke publik, seperti halnya kasus Neno Warisma yang mengaku mobilnya dibakar, padahal mobilnya terbakar dikarenakan korsleting.

Kasus lain yang menghebohkan yakni kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dikeroyok, padahal faktanya Ratna telah melakukan operasi plastik.

“Katanya Indonesia akan bubar kalau dollar tembus Rp15 ribu, nyatanya dollar sekarang Rp15.200 tapi masyarakat biasa saja. Sandi setiap kunjungi pasar bilangnya harga naik, tempe semakin menipis setipis kartu ATM,” ujar Romy.

Baca Juga:  Nurdin Halid Tak Masuk Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Sulsel

“Padahal dua bulan terakhir terjadi deflasi, harga bahan pokok menurun. Nyatanya ayam turun 3 ribu rupiah, tomat dari 6 ribu turun menjadi 5 ribu. Itulah propaganda yang menipu. Strategis itulah yang diterapkan oleh Donald Trump,” tambahnya.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.