Salat Jumat Digelar Dua Gelombang, Muhammadiyah: Secara Fiqih Tidak Masalah

INIPASTI.COM, JAKARTA- Polemik perizinan sholat belum ada jalan terbaik. Memasuki new normal masjid-masjid mulai bersiap menggelar sholat Jumat pekan ini.

Namun, beberapa masjid yang berada di wilayah zona hijau diperbolehkan mengadakan sholat Jumat dengan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, membawa sajadah dan jarak antar saf.

Inline Ad

Diprediksi jamaah akan tetap padat sehingga akan sulit menerapkan physical distancing saat beribadah di masjid. Oleh karenanya, muncul wacana sholat Jumat digelar dua gelombang, untuk menghindari membeludaknya jamaah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan telah melakukan kajian fiqih terkait ibadah sholat Jumat lebih dari satu gelombang. Tidak ada larangan untuk melaksanakan dua gelombang tersebut, namun tetap berada pada protokol kesehatan.

Baca Juga:  TNI dan Ulama Jalin Kerjasama Wujudkan Stabilitas Keamanan

Menurut pandangan Muhammadiyah, tak ada masalah terkait penyelenggaraan sholat Jumat lebih dari satu gelombang demi mencegah penularan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman mengatakan, Majelis Tarjih sudah melakukan kajian soal kemungkinan sholat Jumat diadakan lebih dari satu gelombang. Prinsip utama yang harus dikedepankan, kata dia, ialah sisi keamanan kesehatan jamaah.

“Bagi kita sesuai protap kementerian misalnya semua harus dilakukan dengan physical distancing. Di masjid Nabawi saja saat ini tak boleh lebih dari 40 persen dari kapasitasnya. Kalau semua masjid segitu praktis tidak bisa mencukupi dan Jumatan harus dilakukan lebih dari satu gelombang. Muhammadiyah lakukan kajian secara fiqih dan intinya tak ada masalah kalau memang masjid tak mencukupi, maka bisa sholat lebih dari satu gelombang,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman KRjogja, Senin (1/6/2020).

Baca Juga:  Pemkot akan Sembelih 6 Ribu Lebih Sapi Kurban, Ini Rinciannya!?

Era new normal salat Jumat dapat digelar dengan dua gelombang. Hal ini untuk mempersempit penyebaran virus.

(Dirga)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.