Sering Hilang, 2 JCH Gangguan Jiwa Gowa Dirujuk ke KKHI, Terakhir Ditemukan dalam Lemari

Ketua Kloter 5 Embarkasi Makassar Beni Susanto mendampingi Andi Mahpian yang akan dirujuk ke KKHI karena mengalami gangguan kejiwaan. (Foto : khusus inipasti.com)

INIPASTI.COM, MADINAH – Terdapat dua Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Gowa yang mengalami masalah kejiwaan di Kota Madinah. Kedua JCH tersebut pun terpaksa dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) lantaran penyakit yang dideritanya kambuh.

Ketua Kloter 5 Embarkasi Makassar, Beni Susanto mengungkapkan bahwa keduanya sering sekali menghilang, buang air besar (BAB) sembarangan, dan sulit diajak komunikasi. Dengan adanya gejala-gejala tersebut, maka pihaknya pun merujuk keduanya ke KKHI Madinah.

“Sering menghilang, biasa sembunyi di bawah tempat tidur. BAB sembarangan. Terakhir ketemu di dalam lemari,” jelas Beni kepada tim inipasti.com terkait kondisi Andi Mahpian (89), salah satu JCH yang mengalami masalah kejiwaan tersebut, Kamis, (11/7/2019).

Baca Juga:  Berasal dari 4 Daerah, JCH Kloter 2 Diharapkan Saling Mengerti

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Andi Mahpian memang mengalami hal yang sama di Asrama Haji Sudiang. Namun setelah diberikan perawatan intensif, JCH Gowa tersebut mendapatkan rekomendasi dari dokter jiwa yang menanganinya.

Baca : Alasan PPIH Tetap Berangkatkan JCH Gowa yang Gangguan Jiwa

Olehnya, Andi Mahpian pun tetap diberangkatkan ke tanah suci. Kondisinya baik-baik saja beberapa saat sesampainya di Madinah. Seperti dilaporkan oleh ketua Kloter 5 dalam berita sebelumnya. Baca : Tiba di Madinah, JCH Kloter 5 Sehat Termasuk yang Gangguan Jiwa

Ternyata bukan hanya Andi Mahpian saja yang mengalami hal tersebut. Ada pula Sitti Rahmatiah Daeng Kebo (77) yang menderita hal serupa. Meskipun, kata Beni, kondisinya tidak separah Andi Mahpian.

Baca Juga:  Lepas JCH Gowa, Adnan : Jemaah Harus Saling Sayang

“Sitti Rahmatiah juga selalu menghilang, selalu mau pulang (ke tanah air,red), tidak mau tidur dan masuk kamar, tidak bisa diajak komunikasi. Tapi masih mendingan dibandingkan Andi Mahpian,” tambahnya.

Alasan lain kenapa keduanya dirujuk ke KKHI menurut Beni adalah karena keduanya meresahkan JCH lainnya. Meskipun tidak menyerang dan membahayakan JCH lain, tetap saja keduanya mesti terus diawasi.

“Tidak sampai mengganggu sih, cuma buat resah jemaah yang lain karena harus awasi dia (JCH yang gangguan jiwa,red) terus,” tutupnya. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.