Stroke Bukan Penghalang CJH Ini Wujudkan Impiannya Sujud di Depan Ka’bah

CJH asal Kabupaten Soppeng, Lapalli Wata Barahima saat memasuki Aula II Asrama Haji Sudiang dengan menggunakan kursi roda, Jum'at, (28/7/2017). (Foto:Sule)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Telah belasan tahun pria asal Kabupaten Soppeng ini memimpikan sujud di depan Ka’bah. Untuk mewujudkan impiannya itu, Lapalli Wata Barahima (51) bersama istri tercinta mendaftarkan dirinya pada tahun 2008 silam di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng. Tak kunjung mendapat panggilan dari Kemenag Soppeng, pria yang mempunyai usaha dagang sapi kala itu terkena penyakit stroke pada tahun 2012.

Stroke yang dideritanya 5 tahun terakhir ini menyebabkan kedua kakinya sudah tak bisa lagi digerakkan. Bahkan cara bicaranya pun sudah tidak normal lagi. Namun, nampaknya penyakit yang dideritanya itu tak menyurutkan niatnya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Dengan bekal keimanan kepada Allah SWT, suami Fatimah Binti Maasih (44) ini tak menjadikan penyakit yang dideritanya itu menjadi penghalang baginya untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI, Kodam Gelar Karnaval Bentor

Di tahun 2017 ini, ia bersama sang istri pun mendapat panggilan dari Kemenag Soppeng untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, ayah 4 orang anak itu memasuki Aula II Asrama Haji Sudiang, Jum’at, (28/7/2017).

“Alhamdulillah bisa berangkat, saya ingin bertaubat,” ucapnya lirih dan singkat saat tim inipasti.commenemuinya di atas kursi rodanya di antara Calon Jemaah Haji (CJH) lainnya yang menggunakan kursi yang disediakan oleh PPIH Embarkasi Makassar.

Fatimah, istrinya yang dengan setia terus mendampinginya pun mengaku hanya ingin suaminya diberikan kesembuhan. “Mudah-mudahan diberikan kesembuhan dan diampuni dosa-dosanya,” ujarnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.


Tinggal menghitung jam, pasangan yang telah menikah kurang lebih 25 tahun itu sudah bisa mewujudkan mimpinya berdoa dan bertaubat kepada Allah di Baitullah. Tepatnya pada, Sabtu, 29 Juli Pukul 22.35 Wita, mereka bersama 448 CJH Kloter 2 lainnya akan bertolak ke Madinah.

Baca Juga:  Dishub Sulsel Akan Gelar Pertemuan dengan Pemilik Grab dan Go Car


Pasangan suami istri asal Antalliang, Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo ini pun hanya bisa berharap agar bisa menunaikan ibadah haji tanpa adanya kendala yang berarti. Mereka pun berharap bisa kembali ke tanah air berkumpul bersama keempat orang anaknya dan menjalani kehidupan sebagai seorang wiraswasta. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.