Suntik Plasma Darah, Pasien Covid-19 Pulih Kembali

INIPASTI.COM, JAKARTA – Penyuntikkan plasma darah pasien yang telah sembuh terbukti ampuh untuk menyembuhkan pasienCovid-19. Ada beberapa pasien yang sembuh setelah melakukan pengobatan ini tetapi masih perlu dilakukan penelitian ulang.

Chief Quality Officer dan Chief of Infectious Diseases di University of Maryland UCH Faheem Younus mengatakan bahwa saat ini ada pasien yang sembuh setelah disuntikkan plasma darah dari pasien yang sembuh.

Inline Ad

“Berita pengobatan! 5 pasien COVID yang sakit kritis (menggunakan ventilator) menerima plasma kaya antibodi dari 5 pasien lain yang telah pulih dari COVID. Hasil: 3 habis; 2 dalam kondisi stabil! Sekarang 1 pasien saya yang baru sembuh ingin menyumbangkan plasma nya!,” ujarnya dikutip dari akun Twitternya @FaheemYounous, Kamis (2/4/2020).

Faheem merujuk pada jurnal yang ada di www.jamanetwork.com, berisikan riwayat 5 pasien rentang usia 36 tahun – 65 tahun, 2 wanita menerima ventilasi mekanik pada saat pengobatan dan semua telah menerima antivirus dan methylprednisolone.

Baca Juga:  WNI di Wuhan Dievakuasi, Berikut 4 Lokasi Mereka Dikarantina

Setelah transfusi plasma, suhu tubuh menjadi normal dalam 3 hari pada 4 dari 5 pasien. Adapun sindrom distres pernapasan akut (ARDS) sembuh pada 4 pasien pada 12 hari setelah transfusi, dan 3 pasien disapih dari ventilasi mekanik dalam 2 minggu perawatan.

Dari 5 pasien, 3 telah dipulangkan dari rumah sakit dengan lama perawatan berkisar 53 hari, 51 hari, dan 55 hari. Sementara, 2 dalam kondisi stabil pada hari ke-37 setelah transfusi.

Memang pengobatan dengan menyuntikkan plasma darah ini sudah digadang-gadang beberapa waktu yang lalu, antibodi dari plasma darah atau serum dari orang-orang yang telah sembuh dari infeksi virus corona SARS-CoV-2 bisa menambah imunitas dari pasien yang baru terinfeksi.

Baca Juga:  Gejala Coronavirus Dapat Dilihat Melalui Kaki

Antibodi ini mengandung serum darah yang bisa menetralisir SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan infeksi Covid-19.

Casadevall,  seorang profesor molekular mikrobiologi dan immunology dan wabah infeksi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health merilis The Journal of Clinical Investigation.

Beberapa ahli langsung meingmplementasikan terapi ini di lokasi berbeda. Dokter di Shanghai telah menggunakan terapi plasma ke orang yang baru terinfeksi virus corona di China, pembuat obat terbesar di Jepang yakni Takeda Pharmaceuticals juga mulai menguji terapi ini.

(Sumber: bisnis.com)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.