INIPASTI.COM, MAKASSAR – Tahun 2016 , Pihak Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lopohalaa (YPDLP) bertekad mencetak paling sedikit 10 doktor baru dari berbagai disiplin keilmuan. Para dosen itu didorong dan dimotivasi melanjutkan studi ke Program Pascasarjana di Makassar dan Jawa.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lopohalaa (YPDLP) yang membina Universitas Gorontalo (UG), Dr Rustam HS Akili SE SH MH mengungkapkan, fokus pada pengembangan sumber daya dosen menjadi skala prioritas sejak dari awal kampus didirikan.
“Para dosen yang lanjut studi progam doktor tersebut, di masa mendatang akan menjadi aset sangat berharga bagi kampus dalam proses pembelajaran,” tegas Doktor Ilmu Hukum PPs-UMI Makassar ini, yang ditemui usai menghadiri pomosi doktor Moh Rolli Paramata, salah seorang dosen tetap yayasan UG di PPs-UMI Makassar, Jumat (11/11).
Sepanjang tahun 2016, tambah Mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini, diharapkan satu persatu para dosen yang dikirim beberapa tahun sebelumnya, akan segera kembali ke kampus dengan membawa gelar doktor pada bidang hukum, manajemen, dan ilmu lainnya.
Para dosen yang sudah meraih doktor di antaranya; Dr Dikson Junus MPA, Dr Hj Meimoon Ibrahim SE MM, Dr Moh Rolli Paramata SE MM, Dr Idrus Usu SE MM. Ada juga yang akan segera meraih doktor akhir tahun 2016 yakni, Drs Ec H Ilyas Lamuda MM di PPs-UMI Makassar .
“Program studi yang sudah ada terus dibenahi dengan meningkatkan kualitas sumber daya dosen, membenahi kurikulum serta sarana dan prasarana infrastruktur kampus lainnya. Perpustakaan dan laboratorium kampus juga menjadi skala utama diperhatikan,” tegas Ketua KONI Provinsi Gorontalo ini.
Magister Hukum PPs-UMI Makassar ini menambahkan, awal 2016, Program Pascasarjana S2 Ilmu Hukum Manajemen yang ada di kampusnya sudah mulai beroperasi dengan tetap melakukan kerja sama dengan PPs-UMI.
“Setelah dosen semakin baik, jenjang studinya dilanjutkan lagi dengan mengurus berkas untuk menjadi Guru Besar. Target lebih jauh lagi setelah program magister terwujud adalah membuka S3 untuk Ilmu Hukum dan Manajemen,” tandas Ketua Kahmi Provinsi Gorontalo ini.
Para civitas akademika kampus, lanjutnya, sedang disibukkan dengan rencana membuka S1 Ilmu Kedokteran. Prodi baru kedokteran membutuhkan sumber daya dosen serta sarana dan prasarana. “Pengajaran dan laboratorium praktek di rumah sakit menjadi hal yang harus hadir,” tegasnya.(*)
Baca juga : Rolli Paratama Doktor ke-9 Universitas Gorontalo
//










