Tak Terima Putusan KPU, Massa Paslon Nomor 2 Blokir Jalan Trans Sulawesi

Massa Paslon nomor urut 2 membakar ban di jalan trans Sulawesi sebagai bentuk kekecewaan terhadap putusan KPU, Kamis, (5/7/2018)

INIPASTI.COM, PAREPARE – Warga pendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 memblokir jalan Trans Sulawesi, Kamis, (5/7/2018). Tepatnya di Perbatasan Barru-Parepare. Aksi itu ditengarai ekspresi kekecewaan massa Faisal Andi Sapada – Asriady Samad (FAS) atas Pilwalkot Parepare yang disebut sarat pelbagai kecurangan.

Ratusan warga dari ragam elemen memadati area sekitaran gapura batas kota, sejak pukul 14.00 wita. Menyebabkan kemacetan panjang dari arah Makassar. Mereka juga tiba-tiba membakar ban bekas dan kayu di tengah jalan, membuat kemacetan semakin parah.

Inline Ad

“Ini aksi spontanitas dari massa, yang memang tidak bisa dibendung. Tidak terkoordinir dan tidak ada orasi. Ini murni ekspresi kekecewaan atas proses demokrasi di Parepare,” urai Arsyad, salah satu warga.

Baca Juga:  Akibat Putusan Kontroversial, Panwaslu Bakal Dilapor ke DKPP

Dia juga menyebut, pemblokiran dan bakar ban di Trans Sulawesi, adalah bentuk penegasan dan menyampaikan pesan, bahwa Pilwalkot dengan kecurangan-kecurangan yang nyata adalah hal yang tidak akan pernah diterima oleh masyarakat. “Sangat jelas gelombang dukungan untuk FAS sangat besar, namun dikalahkan dengan cara-cara keji dan licik,” tegasnya.

Aksi itu diamankan ratusan aparat keamanan bersenjata lengkap. Mereka sempat menghalau massa dan memadamkan api yang berkobar ditengah jalan. Beberapa saat kemudian setelah macet berjam-jam, lalu lintas kembali normal sekira pukul 16.00 wita.

Sebelumnya, massa FAS menggelar aksi di KPU dan Panwaslu, menuntut penanganan serius terhadap dugaan kecurangan Pilwalkot Parepare. Diantaranya pemilih pengguna suket dan ktp dalam jumlah tak wajar yakni mencapai 3000 rang, pemilih dibawah umur, serta belasan temuan kerusakan segel dan kotak suara.

Baca Juga:  Golkar Konsolidasi Pimcam se Makassar Menangkan IMUN

Tim FAS juga sebelumnya menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 52 TPS yang ditengarai bermasalah. Namun keputusan Panwaslu tidak merekomendasikan adanya PSU. Kekecewaan massa-pun semakin membesar. Informasi yang dihimpun, aksi serupa kembali akan digelar dititik berbeda. Baca juga : Massa FAS Kepung Kantor Panwaslu Tengah Malam. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.