INIPASTI.COM, GOWA – Kematian Rafika Hasanuddin (22) alumni mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) yang ditemukan tewas mengenaskan oleh salah seorang satpam bernama Saleh (40) tergeletak di depan kamar mandi rumahnya, Perumahan Yusuf Bauty, Kelurahan Paccinnongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (16/1/) lalu yang kini masih menjadi teka-teki yang belum dipecahkan dan belum diketahui dari pelaku pembunuhan setelah kepolisian melakukan olah TKP sebanyak enam kali.
Sejumlah fakta terbaru yang sedikit demi sedikit mempunyai titik terang terungkap dari kematian wanita cantik asal Dusun Balla, Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Berikut fakta terbarunya yang dihimpun Inipasti.com.
- Berdasarkan hasil keterangan pihak biddokes Polda Sulsel dari hasil autopsi, almarhum Rafika dibunuh dengan senjata tajam dengan cara ditusuk di bagian leher, dan ditemukan sejumlah luka memar di bagian kening (Dahi), di bagian wajah, dan di bagian dada korban.
-
Dari hasil autopsi, korban tidak ditemukan dalam keadaan hamil, setelah ditemukan tewas mengenaskan.
-
Menurut dari keterangan polisi korban mengalami kekerasan percobaan pemerkosaan sebelum dibunuh.
-
Berdasarkan hasil labfor, darah yang ada pada parang temuan polisi milik security bernama saleh tidak identik dengan darah Rafika dari korban pembantaian pembunuhan.
-
Pihak polisi juga menyatakan kasus pembunuhan Rafika tidak ada kaitannya dengan kenalan nya anggota TNI asal ambon.
-
Pengakuan dari tetangga korban, menjelang kematian Rafika terdengar suara benturan ditembok pada tengah malam.
-
Dari olah TKP Kelima, Polda Sulsel turunkan dua anjing pelacak squad K9 untuk mengendus jejak pelaku pembunuh Rafika selama dua jam.
-
Esoknya, dalam olah TKP ke enam polisi kembali menemukan barang bukti berupa obeng dan pisau dengan bercak darah korban yang diduga dipakai untuk membunuh.
-
Selain pisau dan obeng dengan bercak darah, polisi juga menemukan sarung bantal dengan bercak darah dan puntung rokok.
-
Saleh security perumahan yusuf bauty sampai saat ini masih diinterogasi di polres Gowa dan menjadi saksi utama dalam kasus pembunuhan Rafika.
Saat ini pihak kepolisian gabungan Polda Sulsel dan polres Gowa masih menelusuri penyebab kematian Rafika yang masih menjadi teka-teki.










