Wednesday, October 7, 2026
  • Login
Inipasti
  • Home
  • News
    • All
    • Bencana Alam
    • Berita
    • Citizen Reporter
    • Fenomena
    • Kebakaran
    • Politics
    • Science
    • World

    Dua Mantan Dekan FE Unismuh Kenang Mahmud Nuhung, Sosok Dermawan yang Tak Pernah Lelah Membantu

    Ketua PGRI Makassar: Mahmud Nuhung Mengabdi untuk Pendidikan dan Mencerdaskan Bangsa

    10 Alasan Asics Gel Nimbus 27 Jadi Sepatu Cushioning Paling Nyaman Tahun Ini

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Sains & Teknologi
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • All
    • Bencana Alam
    • Berita
    • Citizen Reporter
    • Fenomena
    • Kebakaran
    • Politics
    • Science
    • World

    Dua Mantan Dekan FE Unismuh Kenang Mahmud Nuhung, Sosok Dermawan yang Tak Pernah Lelah Membantu

    Ketua PGRI Makassar: Mahmud Nuhung Mengabdi untuk Pendidikan dan Mencerdaskan Bangsa

    10 Alasan Asics Gel Nimbus 27 Jadi Sepatu Cushioning Paling Nyaman Tahun Ini

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Polisi Tertibkan Lahan BMKG di Tangsel yang Dikuasai Ormas, 17 Orang Ditangkap

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    Tiga Mahasiswa Prodi Kesos Sabet Gelar Terbaik pada Ramah Tamah FDK UIN Alauddin Makassar

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    RS Indonesia di Gaza Ditutup Akibat Serangan Intensif Israel, Puluhan Pasien Terjebak

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    LLI Sulawesi Selatan Aktif Berpartisipasi di Kegiatan Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    Delapan Rumah Terbakar di Jl. Andi Tonro 6, 62 Jiwa Terdampak

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    PPP Buka Peluang Ubah Syarat Caketum Jelang Muktamar 2025, Nama Eksternal Menguat

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Kontroversi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI: Antara Supremasi Sipil dan Sinergi Antar-Lembaga

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Sains & Teknologi
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Inipasti
No Result
View All Result
Home Fiksi

Toenjoengan, Riwayatmu Kini…

September 16, 2018
in Fiksi, Opini

Post Views: 62

INIPASTI.COM, Masyarakat Surabaya tumpah-ruah di Jalan Tunjungan. Tidak ketinggalan pasangan Mukidi dan Markonah serta anaknya Miing ikut tenggelam dalam hiruk pikuknya festival bulanan Mlaku-mlaku nang tunjungan. Festival bulanan ini diadakan sepanjang Jalan Tunjungan, mulai dari Utara Jalan, Museum Surabaya (Museum Siola) hingga ke Selatan, Monumen Pers Perjuangan. Jalan sepanjang tujuh ratus meter ditutup sejak jam enam pagi, untuk persiapan bagi panitia menyiapkan stand-stand bazar, panggung, tempat sampah, portable/ mobile public toilet, sound system yang anyar, ambulance, hingga gerbang pada kedua ujung jalan Tunjungan.

Setelah Ashar pengunjung dari berbagai penjuru Surabaya mulai ramai berdatangan. Banyak juga yang datang sebelumnya dan shalat di sekitar perhelatan tersebut. Ada tiga masjid yang relatif besar berada di sekitar Tunjungan bagi pengunjung yang akan Shalat. Sambil menunggu persiapan panitia, Mukidi dan keluarganya duduk-duduk di trotoar jalan menikmati riuh-rendahnya karnaval emak-emak dan anak-anak yang berpakaian warna-warni datang dari berbagai kelurahan. Alunan instrumen musik tradisional-modern (kolintang-angklung-drum). Pemain yang berpakaian batik lurik dengan blankon-nya mahir memainkan instrumen-instrumen lagu perjuangan dan tradisional, sambil bergoyang mengikuti irama musik yang dimainkannya.

“Suara sound systemnya bagus ya Di’? Tidak seperti suara TOA di kampung kita, suaranya cempreng” kata Markonah dan disambut dengan anggukan ringan dari Mukidi. Mukidi tidak ingin mengingat kisah itu lagi. Mukidi fokus pada “Rek ayo rek … mlaku mlaku nang tunjungan, rek ayo rek rame-rame berbarengan……” sepenggal lagu tradisional Surabaya dilantunkan dari panggung utama. Lagu ini dilantunkan oleh sekelompok siswa-siswi SMP, enam orang vokalis dan sembilan orang penabuh gendang dan gamelang. Dengan dukungan Marshall yang modern paduan suara anak-anak abg dan lengkingan gamelang terdengar lembut nan syahdu, setidaknya ditelinga Markonah dan Mukidi, sambil menikmati lontong balap, rawon dolly, dan bakso begal. Ya….pada nama makanan khas ini melekat nama atau kata-kata yang sudah familiar sehingga mudah diingat.

Jalan Toenjoengan (ejaan lama) menyimpan sejarah heroik Kota Surabaya dan NKRI. Dari kisah heroik disini lah sehingga pada tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan. Hotel Majapahit (sekarang) tempat aksi heroik tersebut didirikan tahun 1910, bentuk dan fungsinya masih dipertahankan sampai sekarang sebagai warisan budaya. Pada tanggal 19 September 1945 rakyat dan pemuda surabaya marah karena Merah-Putih-Biru dikibarkan kembali di Hotel Oranje (Yamamoto Hotel). Pemuda S. Kasman, Roeslan, dan Sumarsono menggerakkan massa ke Jalan Toenjoengan. Pemuda Kusno (pegawai kantor Kabupaten Surabaya) dengan segala rintangan dan ancaman dari pihak Belanda dan Serdadu Jepang mampu naik ke atas lalu menyobeknya dan mengibarkan (merah putih) dalam ukuran yang tidak proporsi lagi. Aksi ini sangat heroik dan karena itu sekarang Kota Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan.

Festival bulanan Mlaku-mlaku nang tunjungan adalah cara Pemerintah Kota Surabaya untuk “memelihara” semangat Toenjoengan dan memotivasi pemuda-pemuda dalam karang taruna, UMKM-UMKM dari kelurahan-kelurahan untuk “berjoeang” dan berkreasi (kreatif) bersama mengisi kemerdekaan khususnya dibidang industri-industri kreatif dan insdustri-industri rumah tangga. Barang-barang kerajinan, batik-batik khas Surabaya; barang-barang kerajinan daur ulang, minuman-minuman kesehatan, makanan-makanan tradisionil banyak melengkapi acara Mlaku-mlaku nang tunjungan.

Markonah membeli ole-ole tas tangan wanita terbuat kertas semen (daur ulang), sementara Mukidi setelah membeli Batik khas Surabaya lalu membeli minuman kesehatan sari buah magrove. Markonah juga memborong Nasi Gudeg, Kerak Telor, Lumpia Jamur, Bubur Madura, Renggina, Sambal Bu Rudy, Jamoe Djowo, Pisang Gepeng, Rawon Setan, Peccel Madiun, dan aneka Kerupuk untuk dibagikan pada tetangganya yang tidak sempat datang ke festival ini. Gudeg dan Kerak Telor yang sesungguhnya adalah makanan khas Jogja dan Betawi turut pula melengkapi kekayaan kuliner nusantara pada acara ini.

Akhirnya perjalanan Markonah dan Mukidi berakhir di depan Hotel Majapahit. Sambil melepaskan rasa penat, mereka makan bubur Madura sebelum masuk ke warung tenda soto kambing khas madura. Sambil menikmati instrumen dari alunan angklung dan kolintang yang merdu. Seusai instrumen ini, sayup-sayup dari kejauhan panggung utama terdengar dangdutan pantura (dangdut patah-patah) oleh penyanyi asal Makassar, Nurida, yang sudah lama menjadi artis di Kota Surabaya. “….Masuk pa Eko……Terajanaaaaaaa……”

Tunjungan 14 Sept 2018

Penulis : Muhammad Zaiyani

Bagikan:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • More
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
  • Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Share on Reddit (Opens in new window) Reddit
  • Print (Opens in new window) Print

Like this:

Like Loading…

Related

Inipasti

© 2026 inipasti.com - Hanya yang pasti-pasti aja inipasti.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

© 2026 inipasti.com - Hanya yang pasti-pasti aja inipasti.

%d