Trump Dikecam di Mana-mana

Kandidat Presiden Amerika Serikat daru Partai Republik, Donald Trump. (Reuters)

CALON presiden dari Partai Republik telah mengundang kecaman dari mana-mana dengan mengejek ibu seorang tentara Muslim AS yang tewas saat menjalankan tugas di Irak.

Ghazala Khan berdiri diam di samping suaminya yang tengah menyerang Trump dalam pidato penuh perasaan di hadapan Konvensi Nasional Partai Demokrat, Kamis lalu.

Donald Trump mengatakan Nyonya Khan hanya berdiri diam karena dia mungkin tidak diperkenankan berbicara.

Orang-orang dari Partai Republik maupun Partai Demokrat sama-sama menuding bahwa kata-kata yang diucapkan oleh calon presiden dari Partai Republik itu sama sekali tidak boleh ditujukan kepada ibu seorang pahlawan. Nyonya Khan berkata bahwa dirinya merasa sedih mendengar ucapan Trump.

Minggu lalu, suaminya, Khizr Khan, mengatakan kepada kaum Demokrat bahwa Donald Trump belum pernah berkorban “apa-apa” untuk negaranya.

Baca Juga:  Trump dan Pidatonya Tentang Nyamuk

Dalam konvensi yang berlangsung di Philadelphia itu, Khizr Khan mengatakan bahwa almarhum putranya tidak akan mungkin ada di Amerika seandainya hal itu diserahkan kepada Trump, yang telah menyerukan untuk melarang orang Islam masuk ke AS.

Putra mereka, Humayun Khan, terbunuh di Irak pada tahun 2004, dalam usia 27, akibat ledakan bom mobil.

Donald Trump menanggapi tudingan Khizr Khan itu dalam sebuah wawancara dengan program ABC This Week, sebagaimana dilansir BBC.

“Jika Anda lihat istrinya, dia hanya berdiri diam di sana,” kata Trump, “Dia tidak bicara apa-apa…Mungkin dia tidak diizinkan mengatakan apa-apa, atau apalah.”

Akan tetapi mantan presiden Bill Clinton, suami calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton, mengatakan: “Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin dia bisa berkata seperti itu tentang ibu seorang penerima medali penghargaan Gold Star.”

Baca Juga:  Hillary Clinton Ungguli Donald Trump dalam Polling Nasional Terbaru

Calon wakil presiden dari Partai Demokrat Tim Kaine mengatakan bahwa ucapan Donald Trump tidak pantas dikeluarkan.

“Dia tampak sedang mencoba mengubah hal itu menjadi bahan olok-olokan,” katanya kepada kantor berita Associated Press, yang dikutip BBC.

“Itu sekali lagi memperlihatkan bahwa dia memiliki watak yang tidak cocok [untuk jadi presiden]. Jika Anda tidak punya empati, tenggang rasa seperti itu, maka saya yakin Anda tidak akan bisa belajar untuk memilikinya.”

Sementara itu, Gubernur Ohio John Kasich, mantan saingan Trump dalam pemilihan bakal calon presiden untuk Partai Republik, menulis dalam Twitter: “Hanya ada satu cara yang boleh dilakukan untuk berbicara dengan kedua orang tua pemegang bintang jasa Gold Star: dengan penghormatan dan penghargaan.”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.