Unismuh Makassar PTM ke Empat Terbaik di Indonesia

INIPASTI.COM,MAKASSAR – Dilingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Sumber Daya Manusia (SDM) paling baik sekarang ini adalah Unismuh Surakarta

Baik itu jumlah doktor maupun profesornya, kedua adalah Unismuh Malang, ketiga Unismuh Yogyakarta dan Alhamdulillah yang keempat adalah Unismuh Makassar.

Demikian ditegaskan Ketua Majelis Diktililitbang PP Muhammadiyah, Prof H Lincolin Arsyad M Sc Ph D.

Saat memberikan sambutan pada pengukuhan Guru Besar Unismuh, Prof Dr Abdul Rahman Rahim SE MM, dalam Bidang Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, di Balai Sidang Unismuh, Sabtu 26 Januari 2019.

Dijekaskan, PTN saat ini memiliki 171 perguruan tinggi. Padahal beberapa waktu yang lalu 175 PTM.

“Alasan menurunnya yakni di Makassar ini, ada empat akademi bergabung jadi satu, yakni ada jadi Politeknik Kesehatan (Poltekes) dan ada juga dua akademi tergabung di Unismuh. Jadi jumlahnya 171,” ucapnya.

“Insyaallah walaupun jumlahnya lebih sedikit, kualitasnya nanti akan lebih baik. Karena lebih baik sedikit tapi bagus sekali daripada banyak tapi tidak bagus atau bahasa lainnya ecek-ecek” sambung Lincolin Arsyad.

PTM sekarang sedang melakukan konsolidasi, Jadi yang relatif masih kecil itu diharapkan bisa bergabung supaya menjadi kuat. Guru atau dosen kami sekarang sekitar 16 Ribu, dan yang bergelar doktor 1.600 orang

Baca Juga:  Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar Perdalam Penulisan RPP di SMA Celebes Global School

Lincolin Arsyad juga menyinggung dosen yang masih bergelar doktor untuk segera meraih gelar profesor sama seperti Prof Dr Abduk Rahman Rahim.

“Nah ini yang harus dikejar-kejar terus, jangan menjadi doktor terus sampai pensiun, kalau doktor terus perlu saya guyoni.

Itu berarti menganut falsafah pohon pisang, karena pohon pisang itu, sekali berbuah langsung mati, tidak pernah pohon pisang berbuah dua kali,” kata Lincolin Arsyad.

“Jadi selesai disertasinya, ternyata tidak menghasilkan karya lagi. Sehingga pensiun hanya bergelar “doktor”.

Makanya kami harapkan untuk doktor-doktor senior yang ada di Unismuh ini, segera mengejar apa yang dilakukan oleh Prof Abdul Rahman Rahim. Supaya Unismuh ini semakin meningkat kualitas SDM-nya,” tegasnya melanjutkan.

Oleh karena itu, kata Lincolin Arsyad, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Akreditasi, Prof Edi sudah menggadang-gadang Unismuh Makassar ini akan segera meningkatkan akreditasi institusinya menjadi “A”.

“Kita doakan supaya segera menjadi “A”, kalau ingin menjadi “A” berarti PTM di luar Jawa yang mendapatkan akreditasi “A”. Apalagi profesornya bertambah lagi, maka akan bertambah kuat lagi,” harapnya.

Baca Juga:  Raker FDK ditutup di Dam Bili Bili

Selain itu, ia juga tak lupa mengucapkan selamat kepada Prof Abdul Rahman Rahim karena telah sah menjadi profesor.

“Hari ini bapak sudah sah betul yah, dipanggil prof, walaupun SK-nya sudah turun sejak bulan Desember lalu.Insya Allah saya akan memanggil Prof, tidak Pak Rektor lagi,” tuturnya.

Bahkan Ketua Majelis Diktililitbang PP Muhammadiyah itu tak lupa juga memberikan ucapan selamat kepada keluarga Prof Abdul Rahman Rahim atas pencapaiannya meraih gelar profesor

“Selamat juga buat ibu dan keluarga karena gelar prof itu tidak dicapai sendiri, kalau situasi dirumah, dikantor tidak nyaman, maka dalam mendapatkan gelar prof itu tidak gampang,” imbuhnya.

“Saya yakin ibu dan anak-anak telah menciptakan suasana yang kondusif sehingga Prof Abdul Rahman Rahim hari ini dikukuhkan sebagai guru besar,”

Kemudian saya ucapkan juga terima kasih kepada Kemenristekdikti dalam hal ini kepada Prof Jasruddin selaku Kepala LLDikti Sulsel yang terus menerus membina, mengawasi perkembangan dari PTS dan PTM khususnya Perguruan tinggi Unismuh Makassar.

Baca Juga:  UKIM Jajaki Kerjasama dengan FDK

“Mohon supportnya, jangan bosan-bosan untuk mengingatkan kepada yang belum meraih gelar prof.

Apalagi tadi sudah diiming-imingi 12 Juta tunjangan kehormatan ditambah 6 Juta tunjangan profesi. Jadi lumayan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita,” pungkasnya.

(darsil)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.