INIPASTI.COM, BARRU – Pembangunan Rel Kereta Api Trans Sulawesi tahap pertama, Makassar -Parepare telah dilakukan sejak tahun 2015. Saat ini, perkembangan pengerjaan pemasangan rel telah mencapai 16 Km, dari target 145 Km.
Proyek ini telah beberapa kali dikunjungi sejumlah pejabat. Antara lain Menteri Perhubungan RI ke-36 Ignasius Jonan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga Presiden Joko Widodo, datang melihat langsung perkembangan pengerjaannya.
Ini menjadi kunjungan pertama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah pergantian menteri. Ia melihat langsung proyek tersebut di Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru bersama Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Sulsel, Andi Hasdullah.
Baca juga : Investor Asing Belum Berminat Proyek KA Trans Sulawesi
Dalam kunjungan tersebut, Budi mendapat penjelasan langsung dari Direktur Prasarana , Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Masrono Yugi Hartiman terkait pengerjaan Rel Kereta Api Trans Sulawesi.
Yugi menjelaskan, di tahap pertama ini, pembangunan rel kereta api membutuhkan anggaran Rp18,5 triliun dengan pengerjaan mencapai 16 Km. Dimana sumber dana ini berasal dari APBN dan Surat Berharga Syariah Nasional.
“Saat ini dikerjakan rute Barru – Parepare, dimana akan melewati pelabuhan, dan masuk dalam kawasan ekonomi khusus,” kata Yugi, saat pemaparan di Barru, Selasa (20/12).
Dari pantauan inipasti.com, untuk pengerjaan rel kereta api, masih terus dilakukan. Baik jalur Barru-Makassar dan Barru -Parepare, pengerjaan elevated road juga telah dilakukan.



Pelaksana tugas Bupati Barru, Suardi Saleh menjelaskan, secara administrasi sudah dilakukan persiapan dan proses pembayaran pembebasan lahan untuk 19 desa dengan anggaran Rp115 miliar.
“Kami menyambut baik, strategi yang dilakukan pak Yugi, pembayaran dibuat secara berdekatan di akhir tahun anggaran dan awal anggaran. Sehingga tidak menyulitkan daerah dalam memberi alasan mengenai pembebasan lahan,” terangnya.(*)
Baca juga :Lampu Hijau Bagi Investor Asing Biayai KA Trans Sulawesi
//










