Trump Ajak Rusia Bobol Email Hillary Clinton (2)

Clinton-Trump

INIPASTI.COM, WASHINGTON, Juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov, mengatakan pada Rabu bahwa Presiden Putin “lebih dari sekali mengatakan bahwa Rusia tidak akan pernah campur tangan dan tidak sedang campur tangan dengan urusan dalam negeri negara lain, khususnya dalam proses pemilihan presiden mereka”.

Sementara itu, ketika ditantang oleh wartawan untuk mengutuk kekuatan asing yang mungkin sedang mencoba campur tangan dalam pemilihan presiden AS, Donald Trump menjawab: “Tidak. Saya tidak akan ragu-ragu mengatakan ini.

“Jika China atau Rusia atau negara manapun yang memiliki email itu, saya harus jujur kepada Anda, saya akan senang melihatnya.”

Dalam sebuah konferensi pers di Floroda, Trump mengatakan bahwa dia “tidak ada hubungan dengan Rusia”.

Baca Juga:  Michelle Obama Emosional Saat Berpidato di Konvensi Nasional Demokrat

Pada saat ditanya oleh reporter bagaimana jika Presiden Rusia Vladimir Putin menjagokan Donald Trum untuk menang, miliarder itu menjawab dirinya tidak “pernah bertemu Putin, saya tidak kenal siapa Putin itu”.

“Rusia merupakan ancaman global yang dipimpin oleh penjahat kejam,” kata Brendan Buck, juru bicara Paul Ryan, Ketua DPR dari Partai Republik. “Putin tidak boleh turut campur dalam urusan pemilihan ini.”

Lantas, apa hubungan antara masalah ini dengan penyelidikan terhadap email Hillary Clinton?

Hillary Clinton, emailnya dan FBI

Kedua isu tersebut telah digabung menjadi satu oleh Trump walau–di atas permukaan–keduanya tidak saling berhubungan.

Tak lama sebelum dia disumpah untuk menjabat menteri luar negeri pada 2009, Hillary Clinton memasang server emai di rumahnya di Happaqua, New York. Dia kemudian mengandalkan server itu, dengan menggunakan alamat email hdr22@clintonemail.com, untuk semua korespondensi elektronik yang dia lakukan–baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun pribadi–selama empat tahun dia menjabat.

Baca Juga:  Laporan Chilcot: AS terlalu Cepat Mendorong Inggris ke dalam Aksi Militer di Irak

Ke-30.000 email yang dikirim ke alamat itulah yang disuruh bobol oleh Trump.

Sebuah penyelidikan oleh FBI menyimpulkan bahwa Hilary Clinton tidak perlu menghadapi tuntutan hukum, tetapi mengatakan bahwa Hillary dan para pembantunya telah “berbuat sangat ceroboh” dalam menangani informasi rahasia, demikian menurut laporan BBC.

< Previous: Trump Ajak Rusia Bobol Email Hillary Clinton

> Next : Trump Ajak Rusia Bobol Email Hillary Clinton (3)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.