Trump Ajak Rusia Bobol Email Hillary Clinton (3)

Clinton-Trump

INIPASTI.COM, WASHINGTON – Pada saat muncul kecurigaan dari Partai Demokrat, mulai dari Barack Obama sampai jajaran bawah, bahwa Donald Trump mungkin merupakan pihak yang sengaja hendak diuntungkan oleh aksi pembobolan tersebut, hal paling terakhir yang boleh dilakukan oleh Partai Republik adalah sengaja mengajak Vladimir Putin dan sekutunya untuk melanjutkan kerja mereka.

Namun, justru itulah yang dilakukan Trump ketika dia memberikan iming-iming bahwa Rusia akan “diberi hadiah” atas upaya mereka mencari email “pribadi” Hillary Clinton yang dihapus dari server pribadinya.

Pencurian email DNC merupakan hal memalukan bagi partai Demokrat minggu lalu. Akan tetapi, Trump telah memberi jalan kepada mereka untuk menyerang balik.

Baca Juga:  Debat Pertama, Dua Capres Amerika Saling Sindir

Mereka menuduh Trump memiliki hubungan kotor dengan kepentingan Rusia, karena itu dia harus menyerahkan rekening pajaknya untuk membersihkan diri dari tuduhan itu, suatu hal yang tidak pernah dia mau lakukan sejauh ini. Rekening pajak tersebut dapat mengakhiri kecurigaan yang ada dan memberikan keyakinan terhadap kondisi keuangan miliarder New York tersebut.

Donald Trump sering kali bertentangan dengan kebijakan partai dan berhasil selamat dari pembangkanganitu, namun kali ini Partai Republik benar-benar merasa khawatir terhadapnya.

Calon wakil presiden Mike Pence sendiri dengan cepat mengeluarkan pernyataan bahwa akan ada “konsekuensi serius” jika Rusia berupaya memengaruhi pemilihan presiden di AS. Dia kemudian mencoba menggambarkan Partai Demokrat sebagai partai yang membahayakan keamanan nasional, sementara Donald Trump memastikan agar perdebatan terus dilanjutkan untuk membahas isu yang tidak menguntungkan Partai Republik.

Baca Juga:  Saudara Tiri Presiden Obama, Malik Obama, Pilih Trump

< Previous: Trump Ajak Rusia Bobol Email Hillary Clinton

< Previous: Trump Ajak Rusia Bobol Email Hillary Clinton (2)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.