Info Haji 2018 : Tangis Haru JCH Stroke, Semangatnya Tak Kendor

JCH Kabupaten Luwu, Edy bersama sang istri Agustina saat pelepasan JCH Kloter 19 Embarkasi Makassar di Aula 3 Asrama Haji Sudiang, Kamis, (2/8/2018). (Foto:Sule)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Edy Basuki Bin Wiryo Harjono (59) tak bisa menahan air mata saat detik-detik keberangkatannya menuju Kota Mekkah. Matanya berkaca-kaca hingga keluar butiran air membayangkan dirinya telah berada di hadapan Ka’bah. Bersujud, memohon ampun kepada Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakannya.

Tangis itu merupakan luapan rasa haru kakek kelahiran Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini. “Jangan ditanya tentang semangatnya nak, bapak ini sudah lama mengimpikan naik haji. Bapak jadi menangis kalau ditanya semangatnya naik haji. Karena ini adalah panggilan dari Allah,” sela wanita yang berada di sampingnya, Agustina Duma Binti Samuel Tondon (60) yang tak lain adalah istri Edy.

Air matanya saat itu memang seketika mengalir di pipinya. Ia tak kuasa menahan tangisnya mengingat kondisi fisiknya yang sudah tak sempurna lagi. Kakek Embun Safira (4) ini terkena stroke ringan setahun sebelum ia mendapatkan panggilan haji.

“Waktu bulan puasa tahun 2017, saya makan coto di Belopa, Luwu. Malamnya, buka gorden, mau tidur pusing, kipas kelambu terus tiba-tiba sakit kepala, ditanya istri makan apa, saya jawab makan coto. Saya disuruh istirahat oleh ibu,” urai pria kelahiran 3 Oktober 1959 ini.

Baca Juga:  Kloter 1 Dilepas, Ini Pesan Bagi Calon Jemaah Haji

Sang istri, Agustina, mengaku tidak mengira bahwasanya sosok lelaki yang ia cintai itu bakal terkena stroke. Ia hanya menyangka bahwa suaminya itu hanya kelelahan saja. “Itu kesalahan saya nak, saat itu saya tidak langsung bawa ke rumah sakit. Malam itu dikira hanya kecapean doang (kelelahan saja,red), itu kesalahan saya. Besoknya baru di bawah ke rumah sakit karena sudah enggak bisa jalan,” urainya.

Edy pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina, Kota Makassar saat itu. Ternyata ditemukan ada sumbatan minyak di kepalanya. Dokter pun memvonis bahwa ia terkena stroke ringan.

Akibat penyakit itu, ia harus cuti dari pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten Luwu. Sontak, rekan kerjanya prihatin akan kondisi bapak 4 orang anak ini. Betapa tidak, ia dikenal sebagai sosok pegawai negeri sipil yang rajin dan kerap kali mendapatkan penghargaan sejak awal kariernya di tahun 1980-2017.

Baca Juga:  Plt Dirjen PHU Kemenag RI Lepas JCH Kloter 32, Ini Imbauannya

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi Edy mulai membaik. Meski belum sepenuhnya. Karena kata dokter, masih butuh waktu lama untuk ia bisa kembali normal seperti sedia kala.

Walau kondisinya seperti itu, semangat Edy tak surut untuk meraih impiannya yang sudah belasan tahun. Meski harus menggunakan kursi roda, ia tetap semangat untuk berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji.

Edy mengaku sudah lama memimpikan sujud di baitullah. Rupiah demi rupiah ia kumpulkan, sehingga dananya cukup untuk mendaftar haji di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu pada tahun 2011 silam. Setelah 7 tahun menunggu, ia pun mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impiannya tersebut.

Kesempatan yang diberikan Sang Pencipta ini tentu tak akan ia sia-siakan. Termasuk sosok perempuan yang dengan setia mendampinginya. Agustina berharap dan tak akan berhenti berdoa untuk kesembuhan lelaki yang telah puluhan tahun bersamanya itu.

Baca Juga:  Jemaah Haji Tertua Indonesia Timur Termenung Saat Tiba, Ternyata Ini Penyebabnya

“Mudah-mudahan di sana bisa sembuh, dan pulang dalam keadaan sehat. Besar harapan saya supaya bapak bisa sembuh dan bisa kembali bekerja seperti biasanya,” harapnya. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.