INIPASTI.COM - Pendek kata, dimana ada musuh melintas dalam pandangan, pasti di-habisinya . Ia akan membunuh sebanyak-banyaknya hari ini, sebelum...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Joa yang mengawal pekarangan dan pintu rumah, mengadakan perlawanan Sengit. Tapi mereka yang cuma berbilang puluhan itu tak...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Datu Museng kini sadar dari rasa harunya. Ia berdiri dan masuk kamar belakang. Sesaat kemudian datang lagi membawa...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Hati Datu Museng serasa hancur berkeping-keping ketika mendengar kata-kata isterinya. Namun ia sadar, tak ada jalan lain. Dicabutnya...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - "Kanda junjunganku... Jangan ragu tentang ketulusan hati adinda. Aku rela pergi mendahului, merintis jalan membuka pintu tempat kita...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Mereka ingin agar derap langkah dam sorak-sorai gemuruh lasykar dapat melemahkan semangat Juang panglima perang yang terkenal keberaniannya...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - "Adindaku sayang.... tenanglah menunggu saat-saat yang bersejarah itu. Mereka tidak akan tiba kemari jika belum waktunya. Kita pun...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Keesokan harinya pagi-pagi benar, serdadu kompeni telah mangatur diri dalam benteng Makassar. Siap sedia menunggu perintah penyerangan dari...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Ingatannya melayang terus, sebentar ke alam tanah tumpah darahnya negeri Belanda. Kemudian kembali lagi ke Makassar, tempat ia...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - “Daeng Jarre gagal Iagi, tuan besar? tanya I Tuan Jurubahasa kecut. "Ya, gagal lagi. Datu Museng memang tarlalu...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - "Usaha satu-satunya ialah membela diri sambil menyerahkan nasib pada Ilahi Rabbi. Kita sudah dalam kurungan adinda. Mundur tak...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - "Tunggu dulu, suro! Jangan lari. Sampaikan pada tuanmu yang berkulit putih seperti kain kaci, bermata kucing, berambut jagung...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - I Tuan Jurubahasa berhenti sesaat, kemudian tambahnya lagi: “jalankan tugas ini besok, mudah-mudahan amarahnya sudah cair. Sekarang, kau...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - Hatinya amat masygul dan luka tak, terkira, karena tugasnya tak berhasil. Untuk pertama kali dalam sejarah pengabdiannya, ia...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - "Sombong, pongah !" teriak Datu Museng sambil bangkit dari duduknya. Dengan memegang kuat-kuat hulu keris pusakanya yang bergelar...
Read moreDetailsINIPASTI.COM - "Karaeng Datu Museng, hamba datang atas kehendak I Tuan Tumalompoa dan I Tuan Jurubahasa untuk menyampaikan pesannya pada...
Read moreDetails